Saturday, 12 January 2008

Gemuk Memang Lucu, Tapi Tidak Sehat!

Jika si kecil Anda dipuji orang karena gendut dan lucu, jangan bangga dan gembira. Anda justru harus waspada. Mengapa?Mulai hari ini, buanglah jauh-jauh anggapan anak gemuk itu lucu dan sehat. Persepsi ini salah. Jika ia nampak lucu, mungkin itu benar. Tapi kegemukan adalah masalah kesehatan. Kalaupun jika tidak terjadi sekarang, kemungkinan besar tidak lama lagi gangguan akan menimpa si anak “lucu” itu. Pendeknya, lebih dari usia satu tahun, bobot anak yang berlebih menyimpan masalah kesehatan di kemudian hari.Menurut wawancara dengan beberapa dokter yang pernah mengadakan survei di beberapa sekolah dasar di Jakarta, ternyata jumlah obesitas anak di Indonesia tidak lah sedikit. Angkanya berkisar antara 10-30%.Kenapa bisa kegemukan?Pada dasarnya, kegemukan (obesitas) terjadi karena ketidakseimbangan antara masuk dan keluarnya energi. “Akibatnya, terjadilah kelebihan energi, yang selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak,” demikian penjelasan Dr. dr. Damayanti Sjarif, Sp.A(K) dari Divisi Gizi dan Penyakit Metabolik, RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta.Sembilan puluh persen kegemukan adalah akibat makan belebihan. Ini disebut kegemukan primer. Sepuluh persen sisanya kegemukan karena penyakit atau gangguan hormonal atau gangguan yang diturunkan. Mereka ini masuk kelompok kegemukan sekunder.Sebenarnya, kegemukan primer dapat dikendalikan. Kuncinya, waspada sejak dini. Apalagi, kegemukan jenis ini biasanya terjadi akibat interaksi berbagai faktor, yang dikelompokkan jadi faktor genetik dan lingkungan.Faktor genetik, berarti sudah bawaan si anak. “Dari penelitian terbukti, jika kedua orang tua menderita kegemukan, sekitar 80% anaknya akan kegemukan. Bila hanya salah satu orang tua yang kegemukan, risikonya jadi 40%. Kalau keduanya tidak kegemukan, risikonya turun lagi tinggal 14%,” jelas Dr. Damayanti, yang juga seorang pakar gangguan metabolisme pada anak.Sementara faktor lingkungan yang ikut berperan besar adalah faktor nutrisi, mulai dari jenis makanan sampai perilaku makan yang berlebihan -- baik porsi maupun frekuensinya. Tentunya, aktivitas fisik yang kurang, akibat obat (steroid), atau faktor gaya hidup juga amat berpengaruh.Ancaman tak terasaMemang, anjuran agar dampak kegemukan dievaluasi sejak dini bukannya tanpa dasar. Dari penelitian Angulo A & Lindor KD (2001), 40% anak kegemukan yang diperiksa melalui skrining USG hati ternyata mengalami gangguan penyakit hati (NASH atau Non Alcoholic Steatohepatitis ) yang dapat berlanjut jadi pengerutan jaringan hati, bahkan kanker hati. Penurunan berat badan diduga akan menormalkan kadar enzim hati dan juga ukuran hati.Tak hanya itu. Penyumbatan atau gangguan saluran pernapasan ketika tidur juga sering dialami si bongsor. Gejalanya mulai dari mengompol sampai mengorok. Ia juga bisa mengalami gangguan saluran pernapasan, akibat adanya penebalan jaringan lemak di tenggorokan, yang seringkali diperberat oleh pembesaran jaringan amandel.Penyumbatan saluran napas di malam hari yang terus-menerus ini menyebabkan si kecil tidur gelisah serta menurunkan asupan oksigen ke tubuhnya. Akibatnya, ia akan mengantuk dan tampak lelah besoknya. Kalau sudah begini, ia akan merasa tidak nyaman. Dan akan susah bagi si kecil untuk bertingkah lucu atau menggemaskan kalau keadaannya seperti itu, bukan?Gejala-gejala ini umumnya berkurang seiring dengan penurunan berat badan. Atau, gejala menurun setelah dilakukan operasi amandel serta pemakaian CPAP ( Continuous Positive Airway Pressure ). CPAP adalah alat bantu untuk menguatkan tekanan udara ketika bernapas. Dengan begitu, saluran pernapasan si kecil bisa terbuka.Jika kegemukan terus berlanjut sampai mereka besar, berbagai risiko yang mengancam makin dekat dengan kenyataan. Ahli obesitas dari Yale University, Kelly D. Brownell, Ph.D, berkomentar, “Anak Amerika zaman sekarang bisa diperkirakan akan jadi generasi pertama yang punya usia lebih pendek daripada generasi orang tuanya. Kemungkinan ini terlihat dari berbagai risiko penyakit yang lebih mudah hinggap pada anak-anak yang kegemukan.”Mungkin cuma ‘efek akordeon’Karena kegemukan adalah ancaman tersembunyi, maka pertambahan berat badan si kecil harus benar-benar diperhatikan. Sangat gampang untuk mengetahui apakah si kecil kegemukan atau tidak. Gejalanya juga bisa dilihat secara kasat mata (lihat boks “Inilah Anatomi si Gemuk”).Hanya saja, umumnya secara alamiah anak-anak terlihat gemuk pada usia perkembangannya, namun jadi kurus lagi pada usia tertentu. “Seperti efek akordeon,” begitu Robert Murray, MD, Direktur dari Center for Nutrition and Wellness di Children’s Hospital, Colombus, Ohio, Amerika Serikat, mengistilahkannya.Jadi, Anda boleh saja senang dengan pipi gembil, lucu dan tubuh gemuk si kecil paling tidak sampai tahun pertama usianya saja. Setelah itu, IMT (Indeks Massa Tubuh) secara bertahap akan menurun sampai ia berusia 5-6 tahun.Usia sekitar 5–6 tahun adalah titik balik kegemukan. Setelah itu, secara bertahap si kecil akan agak berisi lagi sampai memasuki masa remaja awal (sekitar 10 tahunan). Lalu, ia cenderung kurus kembali ketika pertambahan tingginya mulai pesat. Yaitu, pada anak perempuan sekitar usia 12-13 tahun, sedangkan pada anak laki-laki kira-kira usia 14-15 tahun.Sekalipun begitu, beberapa penelitian menunjukkan, semakin dini si kecil mencapai titik balik kegemukan, semakin besar kecenderungannya mengalami kegemukan di kemudian hari. Penyebabnya memang belum diketahui. Namun, ada penelitian lain yang juga mendukung. Bila si kecil cenderung mengalami kegemukan pada usia 5 tahun, maka ia berisiko tinggi untuk kegemukan pada usia 10 tahun kelak.Segeralah bertindak!Anda, sebagai orang tua, bisa berperan besar dalam menjaga kesehatan buah hati tercinta. Caranya?Pertama-tama, atur pola makan si kecil. Ini berarti, pilihan menu makanan si kecil harus sehat dengan zat-zat gizi yang seimbang. Juga, jumlah makanannya mesti pas. Tidak terlalu banyak, namun tidak juga terlalu sedikit porsinya. Aturan ini tidak hanya berlaku untuk si balita Anda, tetapi juga seluruh keluarga.Cara lain adalah meluangkan waktu untuk mengajak si kecil lebih banyak beraktivitas fisik. Dengan beraktivitas fisik, energi yang keluar diharapkan bisa seimbang dengan banyaknya makanan yang dikonsumsi.Sebenarnya, pencegahan kegemukan bisa dimulai dari pemberian ASI secara eksklusif. Sebab, pemberian ASI tidak akan membuat intake susu si kecil berlebihan. Sementara itu, jika balita diberi susu formula, orang tua cenderung memaksanya menghabiskan semua susu yang sudah ada dalam botol.Jadi, jangan tunggu lama-lama, jika Anda atau suami sudah kegemukan plus banyak yang “memuji” betapa gemuknya si buah hati Anda. Takut balita Anda keburu kegemukan. Segera bertindak ya!Jumlah KasusDi Indonesia, angka kejadian kegemukan di beberapa SD di Jakarta menunjukkan angka antara 10–30%.Para Dokter sangat menganjurkan pencegahan ataupun penanganan dini. Asal tahu, tekanan darah tinggi (hipertensi) bisa ditemukan pada sekitar 20-30% anak yang kegemukan. Karena itu segera ukur berat badan anak Anda.Beberapa Risiko- Penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti pembesaran jantung atau peningkatan tekanan darah.- Gangguan metabolisme glukosa. Misalnya, intoleransi glukosa.- Gangguan kedudukan tulang, berupa kaki pengkor atau tergelincirnya bagian sambungan tulang paha (terutama pada anak laki-laki).- Gangguan kulit, khususnya di daerah lipatan, akibat sering bergesekan.- Gangguan mata; seperti penglihatan ganda, terlalu sensitif terhadap cahaya, dan batas pandangannya jadi lebih sempit.Inilah “Anatomi” Si Gemuk- Wajah membulat- Pipi tembem- Dagu rangkap- Leher relatif pendek.- Dada membusung, dengan payudara yang membesar karena mengandung jaringan lemak.- Perut membuncit disertai dinding perut yang berlipat-lipat.- Kedua tungkai umumnya berbentuk X, dengan kedua pangkal paha bagian dalam saling menempel dan bergesekan. Akibatnya, timbullah lecet.- Pada anak laki-laki, penis tampak kecil karena tersembunyi dalam jaringan lemak. Makanya, orang tua sering jadi sangat khawatir.Bentuk Tubuh Anak- Apple shape body: Jika lemak lebih banyak berada di bagian atas tubuh, yaitu dada dan pinggang. Bentuk tubuh ini berisiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskular, hipertensi dan diabetes dibandingkan pear shape body.- Pear shape body: Bila lemak lebih banyak di bagian bawah tubuh, yakni pinggul dan paha.- Intermediate: Bentuk pertengahan antara keduanya
sumber: ayahbuinda-online.com

Tanya Jawab Suplemen dan Multivitamin

Suplemen dan multivitamin untuk bayi dan balita membanjiri pasaran. Baguskah untuk si kecil?Wajar muncul beberapa pertanyaan di benak Anda ketika melihat bayi atau balita yang bertubuh montok dan sehat. Misalnya, “Diberi vitamin apa, ya?”Agar tidak terjadi kesalahkaprahan, berikut pertanyaan-pertanyaan yang sering mengganjal seputar suplemen atau multivitamin lengkap dengan jawabannya.Tanya: Apa itu vitamin?Jawab: Vitamin adalah sekelompok zat, substansi atau senyawa penting yang membantu kelancaran jalannya seluruh proses metabolisme dalam tubuh.Tanya: Ada berapa jenis vitamin?Jawab: Secara umum, vitamin dibagi jadi 2 kelompok, yakni:- Vitamin yang larut dalam lemak , berupa vitamin A, D, E, dan K.- Vitamin yang larut dalam air , seperti kompleks vitamin B (vitamin B1 atau tiamin, vitamin B3 atau niasin, vitamin B12, asam folat, asam pantotenat, biotin), dan vitamin C.Tanya: Benarkah sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan sumber vitamin yang lengkap?Jawab: Tidak juga. Pada kenyataannya, sayuran dan buah-buahan hanya mengandung beberapa jenis vitamin, seperti vitamin C, E, K, dan beberapa macam vitamin B (seperti asam folat, biotin, dan lain-lain). Juga, sayuran dan buah-buahan merupakan fitokimia yang bersifat provitamin, seperti karotenoid (provitamin A).Bagaimana dengan vitamin A, B6, B12, dan D? Umumnya, vitamin tersebut berasal dari sumber hewani. Misalnya, hati, susu dan aneka jenis produk olahannya.Tanya: Apa itu mineral?Jawab: Mineral adalah sekelompok senyawa anorganik yang juga dibutuhkan tubuh untuk kelancaran seluruh proses metabolisme, selain vitamin.Tanya: Ada berapa macam mineral?Jawab: Mineral yang diperlukan oleh tubuh dikelompokkan jadi 2, yaitu:- Mineral utama. Dibutuhkan tubuh dalam jumlah di atas 100 mg/hari, seperti kalsium, fosfor, magnesium, natrium, kalium, klorida, dan sulfur.- Trace elements . Adalah mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil (kurang dari 100 mg/hari), yakni zat besi, seng, tembaga, kobalt , yodium, kromium, mangan, molybdenum, selenium, vanadium, nikel, serta silikon.Tanya: Dari mana kebutuhan mineral bisa dipenuhi?Jawab: Mineral tubuh dapat didapat dari bahan-bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Di antaranya, garam, makanan laut, serta susu dan produk olahannya.Tanya: Apa fungsi dari vitamin dan mineral bagi tubuh?Jawab: Vitamin dan mineral diperlukan oleh tubuh agar seluruh proses metabolisme, termasuk juga proses tumbuh kembang bayi dan anak balita, dapat berjalan lancar. ( Lihat boks “Fungsi Vitamin dan Mineral dalam Tumbuh Kembang Anak”)Tanya: Adakah fungsi lainnya?Jawab: Ada juga. Vitamin bersama-sama dengan mineral berfungsi sebagai zat pengatur jalannya proses metabolisme.Di samping itu, kedua zat tersebut dapat memperlambat proses penuaan sel, menghambat tumbuhnya sel-sel kanker, menghambat munculnya penyakit jantung dan osteoporosis (pengeroposan tulang), memperbaiki sistem kekebalan tubuh, serta membantu penyembuhan berbagai gangguan kesehatan. Yang pasti, tanpa kehadiran vitamin dan mineral, akan banyak proses penyerapan zat gizi oleh tubuh yang terganggu.Tanya: Kapan anak perlu tambahan vitamin dan mineral?Jawab: Pada bayi baru lahir, seluruh kebutuhan vitamin dan mineral dapat terpenuhi melalui ASI. Hanya saja, kalau ia sampai kekurangan vitamin, mudah kok mengatasinya. Anda cukup meningkatkan jumlah dan kualitas ASI Anda.Tanya: Bagaimana caranya?Jawab: Sebaiknya, Anda makan cukup dengan komposisi seimbang. Jika perlu, konsumsilah vitamin tambahan. Tentu saja, ini harus sesuai petunjuk dokterTanya: Kapan lagi tambahan vitamin dan mineral perlu diberikan?Jawab: Setelah si kecil berusia 6 bulan. Pada umur ini, kebutuhan zat-zat gizi anak akan bertambah. Akibatnya, ia memerlukan makanan tambahan dari luar, selain ASI. Makanan ini dikenal sebagai Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).Tanya: Cukup memadaikah MP-ASI?Jawab: Umumnya, MP-ASI buatan pabrik sudah diperkaya oleh vitamin dan mineral yang diperhitungkan cukup untuk melengkapi asupan ASI.Tanya: Adakah risiko yang perlu jadi catatan penting?Jawab: Bayi yang hanya mengonsumsi ASI sampai usia 6 bulan berisiko kekurangan zat besi. Makanya, setelah usia 6 bulan, ia harus ditunjang dengan pemberian MP-ASI yang notabene kandungan zat besinya tinggi. Misalnya, daging merah, hati, dan lain-lain. Tapi, jika si kecil belum bisa mengonsumsi bahan makanan tersebut dalam jumlah yang memadai, dokter dapat memberi suplementasi zat besi.Tanya: Anak usia 2 tahun seringkali sulit sekali makan. Tepatkah ia diberi vitamin dan suplemen sebagai tambahan zat gizi?Jawab: Tidak selalu tepat. Si 2-3 tahun memang sering menolak makan, karena kebutuhan kalorinya relatif lebih sedikit dibandingkan pada masa bayi.Selain itu, ke-aku-annya mulai berkembang. Tidak heran kalau dia jadi sangat pemilih. Hanya makanan tertentu saja yang bisa masuk ke dalam mulut mungilnya. Kalau sudah begini, mungkin saja dia akan mengalami kekurangan asupan beberapa zat gizi.Tanya: Bagaimana cara mengetahui apakah anak kekurangan zat gizi tertentu?Jawab: Untuk memastikan adanya kekurangan zat gizi, sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter spesialis anak setempat, yang dengan bantuan ahli gizi, dapat menganalisis asupan s erta komposisi makanan si kecil. Dari sini, bisa diatur menu yang disukai anak, tetapi mencukupi kebutuhan nutrisinya.Tanya: Perlukah pemeriksaan laboratorium?Jawab: Pemeriksaan lab dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Jika memang terbukti anak kekurangan vitamin atau mineral, barulah suplementasi vitamin atau mineral diberikan.

Nina Bobok..., Oooo ...


Banyak manfaat yang bisa dipetik bila si kecil tidur. Di antaranya adalah, merangsang tumbuh kembang otaknya. Tapi, bagaimana kalau ia kecil kurang tidur?Tidur adalah aktivitas yang dilakukan oleh semua makhluk hidup, tak terkecuali manusia. Dan, dari bayi sampai manula, aktivitas yang satu ini memang tidak pernah absen dalam kehidupan kita. Apa sih untungnya tidur?Tidur nyenyak = otak optimalUrusan tidur ini sebenarnya banyak juga diulas oleh para ahli. Dan ternyata, tidur memberi efek yang amat positif bagi perkembangan si kecil. Yang paling penting, tidur merupakan salah satu rangsang bagi tumbuh kembang otak. Bahkan, aktivitas yang satu ini jadi ‘pintu’ dari tumbuh kembang otak anak selanjutnya agar cerdas, berakal, dan berpikiran jernih. Kok bisa?Memang, sekitar 75% hormon pertumbuhan dikeluarkan pada saat anak tidur, khususnya awal tahap ke-3 dan ke-4 tidur (lihat boks “Inilah Berbagai Tahap Tidur”). Tingginya kadar hormon pertumbuhan ini erat hubungannya dengan kondisi fisik si kecil. Pasalnya, hormon ini punya tugas merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan, serta mengatur metabolisme tubuh, termasuk juga otak!Di samping itu, hormon pertumbuhan juga memungkinkan tubuh memperbaiki dan memperbaharui seluruh sel yang ada di tubuh. Mulai dari sel kulit, sel darah sampai sel saraf otak. Nah, proses pembaharuan sel ini akan berlangsung lebih cepat lagi ketika si kecil terlelap ketimbang saat bangun!Juga, meningkatnya aliran darah ke otak selama tahap tidur REM (Rapid Eye Movement) atau tahap tidur aktif (lihat boks “Inilah Berbagai Tahap Tidur) berperan penting dalam kesehatan psikis dan aktivitas otak, sehingga memungkinkan optimalnya tumbuh kembang otak.Bahkan, menurut teori autostimulation, tingginya komponen tidur REM pada bayi menunjukkan stimulasi yang terjadi di otak juga berlangsung lebih maksimal. Stimulasi ini tentulah amat penting bagi pertumbuhan sistem susunan saraf pusat si kecil.Kalau si kecil kurang tidur...Pada anak-anak, apalagi bayi, kurang tidur punya dampak yang sangat merugikan pada pertumbuhan dan perkembangan fisiknya. Yang pasti, tidur punya andil dalam meningkatkan daya tahan tubuh si kecil terhadap infeksi. Jika tidurnya sampai terganggu, kadar sel darah putih dalam tubuh akan menurun. Kalau sudah begini, efektivitas sistem daya tahan tubuh anak juga ikut-ikutan menurun. Hasilnya? Si kecil gampang sakit, pertumbuhannya pun terganggu.Tidak cuma itu, kurang tidur juga punya dampak terhadap tumbuh kembang otak anak, terutama kemampuan berpikirnya. Bagaimana mampu berkonsentrasi penuh kalau tubuhnya lelah. Akibatnya, kualitas kemampuan berpikirnya jadi rendah. Ujung-ujungnya ya berurusan dengan kecerdasan anak juga. Jadi, kalau Anda ingin si kecil mampu merespons atau memecahkan hal-hal yang harus dia pikirkan dengan baik, kondisi tubuhnya musti prima.Selain itu, bayi yang kurang tidur bisa jadi rewel, cengeng, dan sulit diatur. Kalau sudah begini, Anda juga yang repot kan?Cari sebab, lalu atasiKalau si kecil kurang tidur, Anda harus cari tahu dulu biang keladinya. Berikut beberapa hal yang sering membuat si kecil melek terus:A . BatukBisa jadi, ini merupakan gejala dari penyakit yang dideritanya, seperti asma, alergi atau flu. Bagaimana bisa tidur nyenyak kalau sebentar-sebentar si kecil uhuk-uhuk ?Cara mengatasi: Gendong si kecil dan usahakan agar posisi kepala lebih tinggi dari kaki. Jangan lupa, beri minum agar tenggorokannya lebih nyaman.B. InfluensaPenyakit ini juga bikin si kecil susah tidur. Hidungnya meler terus atau tersumbat, sehingga ia jadi susah bernapas. Padahal, ia tidak dapat membersihkan hidungnya sendiri.Cara mengatasi: Jika bayi Anda berusia kurang dari 3 bulan, segera ke dokter anak. Kalau umurnya di atas 3 bulan, hubungi dokter jika influensa belum mereda setelah 5 hari. Untuk sementara waktu, Anda bisa menyedot ingusnya dengan alat penyedot ingus khusus untuk bayi ( nasal aspirator ) yang bisa diperoleh di apotik. Kalau hidungnya mampet , oleskan balsam khusus untuk anak-anak di dadanya. Setelah menghirup uap balsam tersebut, mampet bisa berkurang.C. OverstimulasiTerlalu banyak memberi stimulasi yang menyenangkan hatinya, seperti mengajak bermain terus, akan membuat bayi Anda semakin enggan tidur. Apalagi, kalau ini dilakukan dekat waktu tidurnya. Campuran antara rasa senang, lelah dan excited bisa membuat si kecil jadi susah memejamkan matanya.Cara mengatasi: Kalau bayi Anda mulai mengucek-ucek mata atau menarik-narik telinganya, ini berarti ia sudah mengantuk. Jadi, cepatlah bawa si kecil ke boksnya. Jika ia tidak mau tidur juga, coba gendong dan buailah. Putarkan musik lembut bila perlu.D. KolikBila bayi menangis terus, bisa jadi ia mengalami kolik. Kolik memang ditandai dengan tangisan berkepanjangan (lebih dari 3 jam sehari dan paling sedikit 4 hari dalam seminggu). Meski begitu, ada gejala lain yang biasa menyertai, seperti susah didiamkan ketika menangis, wajahnya agak kemerah-merahan, serta kakinya diangkat-angkat (ditekuk ke dadanya). Gangguan ini biasanya terjadi dalam 3 bulan pertama usia bayi.Cara mengatasi: Begitu menangis, gendong dan ayun-ayunkan si kecil. Agar ia jadi lebih tenang, nyanyikan atau putar lagu yang disenanginya. Atau, tengkurapkan saja bayi Anda di atas pangkuan sambil usap-usap punggungnya.E. Botol susunyaBanyak bayi yang tidak bisa memejamkan matanya kalau belum minum susu dari botol. Dan, “upacara” minum susu ini dilakukannya sambil tidur-tiduran. Cara ini sama sekali tidak dianjurkan! Bukan apa-apa. Bayi jadi tergantung pada botol susunya, serta enggan melepaskannya sebelum benar-benar terlelap. Padahal, membiasakan botol susu tetap berada di mulutnya sampai ia tertidur (dan Anda sering juga lupa melepaskannya!!) dapat menyebabkan kerusakan gigi.Cara mengatasi: Sedikit demi sedikit kurangi jumlah susu dalam botolnya. Pada awalnya, mungkin ia akan menangis. Tak mengapa! Jika Anda tetap konsisten dan tegas, lama kelamaan kebiasaan ini akan hilang sendiri.F. Menggoyang-goyangkan badan (rocking)Beberapa bayi menggoyang-goyangkannya badan menjelang tidur. Dan ternyata, kebiasaan ini membuatnya jadi cepat pulas. Malahan, kalau “ritual” ini tidak dilakukan, ia sulit menutup matanya. Umumnya, kebiasaan ini terjadi ketika usianya sekitar 6 bulan.Cara mengatasi: Tidak usah khawatir dan repot-repot menghentikan kebiasaan ini. Menggoyang-goyangkan tubuh ini bukan pertanda adanya masalah emosi atau perilakunya. Yang penting – dimanapun ia tidur, entah bersama Anda atau dalam boksnya – cegah jangan sampai tubuhnya membentur dinding atau pinggiran boks.G. Lapar dan basahKalau tidak cukup makan atau minum, bayi bisa saja terbangun. Begitu pula kalau ia mengompol. Bayi usia 6 bulan bisa mengompol sebanyak 5-6 kali dalam semalam.Cara mengatasi: Beri makanan dan minuman yang bisa melancarkan acara tidurnya, misalnya susu, satu jam menjelang tidur. Setelah tertidur, ia tidak akan kelaparan lagi, karena tidak ada energi yang keluar. Juga, segera ganti popoknya yang basah. Dengan begitu, kualitas tidur si kecil bisa meningkat.Lingkungan musti mendukungLingkungan punya peran penting dalam urusan tidur si kecil. Dan, tidur harus merupakan sesuatu yang menyenangkan anak. Kalau suasana lingkungan tidak nyaman, misalnya panas atau bising, bisa jadi si kecil ‘membenci’ kegiatan tidur.Agar bayi cepat tidur, Anda perlu menciptakan suasana yang mendorong keinginannya untuk tidur. Misalnya, bila waktu tidurnya sudah tiba, kenakan piyamanya dan ajak si kecil ke kamar tidurnya. Lalu, ciptakan kondisi yang mendukung, seperti meredupkan lampu kamar dan suhu kamar dibuat senyaman mungkin. Nah, selamat tidur sayang...

Friday, 11 January 2008

Salju pertama Fajarku

Sejak semalam Salju turun menyelimuti incheon juga kota-kota daerah Seoul, Kyongido Korea Selatan dimana kami tinggal.Sejak Desember awal musim dingin Salju yang biasanya turun dengan banyaknya, tapi lain untuk tahun ini, kota dimana keluarga kami tinggal tidak dituruni salju sedikitpun , walaupun ramalan cuaca menyatakan akan turun salju dengan kedingingin sekian celcius, tapi dalam kenyataannya tidak juga turun juga...Pong..(orang Korea bilang, yang artinya bohong....), padahal sudah aku nanti-nanti turunnya salju, dengan tujuan akan aku perlihatkan buat arjuna kecil kami, inilah yang disebut salju, walau pada nyatanya dia belum mengerti..Tetapi...Puji Tuhan...Sejak semalaman hingga malam ini Salju turun dengan banyak, bak seorang bidadari turun dengan anggunnya seakan tak ada beban...dengan suara yang khas, renyah(rempeyek kali..)turun menyelimuti bumi. Terlihat hambaran putih bak permadani awan.....pagi hari aku sudah bersiap-siap membawa arjuna kecil kami turun dari apartemen...untuk bermain salju....tetapi dingin yang merasuk tulang membatalkan niat kami, Tetapi...kubawa arjuna kecil kami hanya di teras dan balkon apartemen, sambil aku bilang "sayang, ini salju turun....aku julurkan tangan mungilnya agar menangakap salju turun...Dengan gembira dia tertawa, menangkap salju turun..dengan mata berbinar melihat kebawah apartement..seolah berkata."mama..indahnya salju turun..."Kegembiraan yang terpancar dimatany polos,..oh..Fajarku..inilah pengalaman pertamamu melihat apa yang di sebut Salju...
Betapa indahnya nak, Ciptaan Tuhan kita..

BAYI BANYAK KERINGAT

BAYI BANYAK KERINGAT Anak perempuan saya (11 bulan) sering keluar keringat yang cukup banyak. Kadang-kadang mengucur deras seperti habis berolahraga. Keringatnya banyak keluar terutama pada waktu makan, minum dan tidur. Sehingga saya selalu siap dengan lap handuk. Padahal daerah tempat tinggal saya cukup dingin dan orang dewasa yang ada di rumah juga tidak pernah berkeringat sebanyak itu. Pertanyaan selanjutnya, anak saya sering menggaruk-garuk matanya yang sebelah kanan. Tapi tidak terlihat adanya kelainan, seperti belekan dan lain-lain. Perlukah saya ke dokter mata atau hanya diberi salep saja? Salep apa yang aman untuk anak seusianya. Anak saya masih minum ASI ditambah susu formula.Komariah Sutanto - DepokBu Komariah, pengeluaran keringat pada tiap anak berbeda- beda. Ada anak yang sangat banyak berkeringat sehingga di ruang ber-AC yang sejuk pun masih berkeringat. Ada juga yang kurang. Perlu juga diketahui apakah keringat berlebihannya sudah ada sejak dulu (menandakan faktor bawaan) atau timbul belakangan yang menandakan ada sesuatu keadaan atau penyakit yang menimbulkan gejala tersebut. Keringat yang berlebih dapat disebabkan oleh stres, penyakit hipertiroid (fungsi kelenjar gondok yang berlebih), gula darah yang rendah, obesitas (kegemukan) atau reaksi setelah makan terutama makanan yang panas atau pedas. Pada sebagian anak, penyebab keringat berlebih tidak diketahui sebabnya (idiopatik) . Bagaimana berat anak ibu? Jika ia terlalu gemuk mungkin wajar jika banyak berkeringat. Jika ia terlalu kurus perlu diwaspadai kemungkinan adanya penyakit seperti hipertiroid (fungsi kelenjar gondok yang berlebih, penyakit ini relatif jarang) atau penyakit paru seperti TBC (biasanya keringat malam). Mata yang sering digaruk mungkin menandakan adanya iritasi atau alergi. Sebaiknya ibu membawanya ke dokter anak untuk diperiksa lebih lanjut tentang mata dan keringatnya. Tidak ada salahnya jika ibu mau membawanya ke dokter mata untuk diperiksa matanya

Bila Ibu Boleh Memilih

Anakku...
bila Ibu boleh memilih
Apakah Ibu berbadan dua atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka Ibu akan memilih mengandungmu?
Karena dalam mengandungmu ibu mersakan keajaiban dan kebesaran Tuhan
Sembilan bulan nak..
Engkau hidup di perut Ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau mearasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata
Anakku..
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedasyatan perjuanganmu untuk mencari jalan keluar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Tuhan menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit
yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engakau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah..saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu merah
Anakku..
Bila boleh ibu memilih apakah ibu berdada indah, atau bangun tengah malam untuk menyusuimu
Maka ibu memilih menyusuimu
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan-tegukan yang sangat berharga..
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu, adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan.

Anakku..
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapay atau duduk di lantai memenamanimu menempelkan puzzle
maka ibu memilih bermain puzzle dengamu
Tetepi anakku...
Hidup memang pilihan..
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak..
maafkan ibu...
maafkan ibu..
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak..
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak..
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu...

Kupersembahkan ini semua buat ibunda tercinta di tanah air yang sedang sakit..
Terima KASIH BUNDA ATAS PENGORBANANMU SELAMA INI...

SOUNT KOREA,JANUARI,2008

Benarkah Kita Sudah Mengenal Diri Sendiri?

Dalam pergaulan kerap ditemui orang yang persepsi tentang dirinya sendiri tidak klop dengan kenyataan. Tapi umumnya orang mengatakan, saya paham betul siapa dirinya.
Semakin tua orang diharapkan semakin matang. Bisa diibaratkan seperti bawang, yang terkelupas kulitnya satu per satu, sehingga tidak perlu membentengi dirinya dengan segala macam kebohongan atau kepura-puraan. Ia tak perlu topeng, sehingga hidupnya lebih enak, lebih ringan, karena menjadi diri sendiri. Tapi tidak demikian dengan Bu Intan. Ia tak pernah menampilkan diri apa adanya. Wanita pintar berambut lebat ini lebih suka menarik diri dari pergaulan karena tidak bisa berbahasa Inggris.“Dibanding teman-teman, saya bukan apa-apa,” katanya. Ia minder, merasa dirinya tidak pantas diperhitungkan dan tempatnya di belakang, karena tidak pernah bisa berkomunikasi jika ada tamu bule. Maka Bu Intan selalu menyingkir atau pura-pura sakit jika harus bertemu orang dari negara lain.Padahal teman-temannya tidak pernah menganggapnya remeh. Bu Intan bahkan sangat disukai dan dihormati, karena ia orang yang paling teliti dalam pekerjaan. Ia juga pendengar yang baik, sehingga menjadi tempat curhat teman-temannya.
Sayangnya hal-hal positif itu tidak dianggapnya penting, dan dia lebih menampilkan dirinya sebagai orang yang nilainya lebih rendah. Padahal, banyak orang lain yang tidak bisa bahasa Inggris tetap sukses dalam pekerjaan dan pergaulan. Ini berkebalikan dengan Pak Badu, sebutlah begitu. Anak muda yang belum lama masuk dunia politik ini, menilai dirinya terlalu besar. Dengan posisi politik dan kedudukannya sebagai anggota DPR, ia mengira bisa mengatur negara dan menentukan ini itu seperti yang diinginkannya. Di hadapan rekan-rekannya dalam suatu acara reuni misalnya, dia bisa berkata, “Oh, gampang itu. Saya akan atur nanti supaya si Itu dilepaskan dari kabinet dan diganti dengan si Ini.” Dalam acara dengar pendapat dengan seorang penegak hukum yang reputasi, integritas, dan moralnya sangat bagus dia berkata, “Saya ingin menguji Saudara….,” atau bahkan, “Saya ingin menasihati Saudara….” Mendengar itu semua, teman yang mengenal Pak Badu terheran-heran. “Dia itu siapa, kok, berani-beraninya bicara begitu kepada orang tua yang sangat disegani itu.” Temannya yang lain berkomentar, “Kasihan betul Badu ini, dia sudah tidak kenal lagi siapa dirinya.”Kenyataan dan AsumsiMengapa orang bisa seperti itu? Mengapa harus membohong terus? Mungkin mereka dan bahkan kita sendiri mencoba tampil seperti yang kita kira bagus, tapi sebetulnya tidak sesuai dengan kenyataan diri kita. Lalu, siapa diri kita sebenarnya? Apa yang kita tahu betul tentang diri kita? Apakah kita tahu tentang kelemahan dan kekuatan kita? Dan apa yang kita kira kita tahu tentang diri sendiri itu lantas terbukti atau sesuai dengan kenyataan? Kalau itu kelebihan, apakah orang lain juga mengakuinya? Dan kalau itu kita kira sebagai kekurangan, apakah orang lain juga mengakui itu kekurangan kita?Semakin mendekati jarak antara kenyataan dengan apa yang kita asumsikan tentang diri kita, itu berarti baik karena kita mengenal diri sendiri. Begitu pula sebaliknya. Semakin jauh jarak antara kenyatan dengan apa yang kita perkirakan tentang diri sendiri, artinya buruk sekali pengenalan diri kita. Apa akibatnya jika orang tidak kenal dirinya, sehingga jarak antara asumsi dan kenyataan tentang diri sendiri begitu jauh? Tak bisa lain, orang itu harus terus berusaha mengingkari kenyataan tentang dirinya. Barangkali dalam kenyataan sehari-hari muncul dan sering kita temui dalam bentuk over compensation, membual, melebih-lebihkan, atau bahkan mengecilkan orang lain untuk meninggikan diri sendiri, berbohong dan seterusnya jika merasa dirinya paling hebat. Ia tidak berpijak pada kenyataan, sehingga dalam bekerja biasanya hanya omong doang. Begitu pula sebaliknya orang yang mengira diri sendiri negatif, akan sangat minder, menarik diri dari pergaulan, mengurung diri, tidak mau melakukan apa pun. “Apalah artinya saya, siapa yang mau mendengarkan saya,” adalah contoh ungkapan yang sering diucapkan orang dengan persepsi diri negatif. Orang ini sebetulnya sangat tertekan pada kelemahan dirinya.Baik yang menilai dirinya terlalu tinggi maupun terlalu rendah, keduanya tidak sesuai kenyataan dan itu berarti jelek. Hal ini secara mental atau psikologis tidak sehat. Orang yang selalu pakai kedok akan capek, lalu memberikan stres yang besar pada diri sendiri.SolusiDalam psikologi ada konsep yang disebut Johari Window atau Jendela Johari, yang menggambarkan pengenalan diri kita. Ada empat jendela dalam Jendela Johari. (1) Jendela terbuka. Hal-hal yang kita tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain pun tahu. Misalnya keadaan fisik, profesi, asal daerah, dan lain-lain.(2) Jendela tertutup. Hal-hal mengenai diri kita yang kita tahu tapi orang lain tidak tahu. Misalnya isi perasaan, pendapat, kebiasaan tidur, dan sebagainya.(3) Jendela buta. Hal-hal yang kita tidak tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain tahu. Misalnya hal-hal yang bernilai positif dan negatif pada kepribadian kita.(4) Jendela gelap. Hal-hal mengenai diri kita, tapi kita sendiri maupun orang lain tidak tahu. Ini adalah wilayah misteri dalam kehidupan.Semakin besar daerah/jendela terbuka kita akan semakin baik, karena berarti kita mengenal diri secara baik. Orang yang memiliki daerah tertutup lebih besar akan mengalami kesulitan dalam pergaulan. Adapun mereka yang memiliki daerah buta sangat besar, bisanya akan membuat orang lain merasa kasihan. Kepada orang yang kita kenal dekat, jendela itu harus dibuka semakin besar, juga bila kita ingin bekerjasama dengan orang lain. Bagaimana membuka jendela? Bagaimana kita bisa kenal diri sendiri? Bagaimana kita memiliki jendela terbuka yang semakin besar?1. Bersedia menerima umpan balik, secara verbal maupun non-verbal.a. Bersedialah untuk menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain tentang diri kita. Kalau ada orang yang memberikan kritik sangat pedas, ada baiknya dikaji. Jika merasa tidak benar, tanyakan, mengapa dia mengungkapkan hal itu, cari klarifikasi, dan bukan membalas menghajarnya atau mengkritik balik. Kritik adalah bentuk umpan balik yang berisi informasi negatif tentang diri kita, yang mungkin kita anggap kelemahan. Harusnya kritik itu berisi saran, karena kritik itu berarti menunjukkan kesalahan dan harus bisa memberitahu bagaimana jalan keluarnyab. Kita juga harus mau lebih membuka diri. Ungkapkan kalau ada uneg-uneg, kekesalan, kejengkelan dan sebagainya. Bisa lisan bisa tertulis harus diungkapkan terus terang. Bisa juga kita membuka kekuatan atau kelemahan diri kita,dibagi kalau berupa kekuatan. Ini cara supaya orang lain lebih mengenali diri kita, dan kita pun makin tahu tentang diri sendiri. Kita tidak mungkin mengenali diri sendiri hanya dari muka cermin, tapi juga melalui orang lain supaya kita mendapat gema atau echo dari orang lain.2. Bagaimana cara kita membuka diri? Banyak bergaul, berteman baik, memperluas hubungan interpersonal dan berkomunikasi. Dengan cara ini kita akan mendapat masukan dari banyak orang. Semakin luas pergaulan akan mendapat masukan lebih banyak mengenai diri kita.

Mengenal Azas Kewarganegaraan di Korea selatan

Ada yang bertanya kepada saya tentang Kewarganegaraan Anaknya yang lahir di Korea, atas pernikahan sesama WNI di Korea. Juga kebetulan pas...